Semangat pantang menyerah untunk menggapai suatu impian

Namanya Irma Damayanti namun orang sering memanggil dia Irma. Dia seorang mahasiswi komunikasi disalah satuperguruan tinggi negri yang cukup terkenal di Indonesia. Tak menyangka dia dapat menginjak bangku kuliah, maklum dengan keadaan orang tuanya yang sangat berkekurangan dalam hal financial. Ayahnya hanya seorang tukang pijat yang tidak tetap, bahkan lebih sering menganggur. Dan ibunya seorang pedagang pakaian keliling yang tak tentu karena keterbatasan modal. Dia mempunyai dua orang adik. Adiknya yang pertama putus sekilah karena tidak ada biaya dan adiknya yang kedua masih duduk di bangku sekolah dasar.

Kehidupan keluarganya masih mengontrak disebuah gubuk kecil yang kadang dapat menjadi tempat berbagi dan beradu nasib. Tak jarang masalah dan konflik pun muncul dalam keluarganya. Masalah yang muncul biasanya mengenai hal keuangan. Adiknya yang selalu ingin sama seperti anak lain membuat iri dan biaya kebutuhan lain yang harus terpenuhi.

Awal cerita ini ketika Irma diterima di PTN melalui jalur undangan dan tanpa test. Di satu sisi dia sangat bangga karena mendapat kesempatan untuk berkuliah di PTN tanpa test, namun disisi lain dia kecewa karena mendengar pernyataan orang tuanya bahwa mereka sudah tidak sanggup lagi dan angkat tangan untuk menguliahkannya di PTN tersebut.

Butuh waktu yang lama untuk mengobati sakit hati menerima pernyataan seperti itu, namun dengan kedewasaan dirinya dia menyadari bahwa dia harus mampu mengeri akan pernyataan orang tuanya dan dia harus lebih berdyukur kepada tuhan.

Namun ayahnya bercerita kepada saudaranya, ia menceritakan mengenai keadaan kami dan menceritakannya keinginan Irma untuk berkuliah. Akhirnya saudaranya menyanggupinya. Baginya ini adalah motivasi agar dia lebih bersyukur dan bersungguh-sungguh untuk menunjukkan kepada kedua orang tuanya dan saudaranya bahwa ia dapat menjadi yang terbaik dan dapat membanggakan mereka.

Kini ia mulai berkuliah, tantangan terbesarnya adalah saat dimana dia harus mampu meminimalisair pengeluaran keuangan. Tiap bulan ia diberi ongkos 200.000. walau sangat pas-pasan ia tetap bersyukur. Belum lagi kehidupan dikampus, temannya yang rata-rata berasal dari kalangan menengah keatas, kehidupan teman-temannya yang dilengkapi fasilitas mewah. Dia kini semakin pandai untuk beradaptasi dengan keadaan seperti ini. Jangan ada kata minder dan menyerah karena setiap orang yang lahir kedunia semua sama. Kata-kata itulah yang selalu menjadi motivasinya baginya agar tetap percaya diri dan semangat untuk berkuliah.

Baginya yang terpenting bukanlah keadaan oarng tuanya, namun seberapa besar motivasi belajarnya disini dan prestasi yang dapat ia tunjukkan kepada saudara dan orang tuanya.

Hal yang dapat menjadikan dia kuat adalah motivasi dari orang-orang disekitarnya. Tak jarang ia berpuasa untuk menahan perut yang lapar denggan keadaan keuangan yang terbatas. Menahan keinginan untuk membeli sesuatu. Dengan segala kesadarannya yang serba terbatas. Dia aktiv di organisasi BEM yang merupakan sebuah organisasi tertinngi dikampusnya. Tak terasa kini ia telah menginjak smester 2. Ipk smester 1 dia cukup memuaskan yang membuatnya lebih semangat untuk berkuliah dan belajar.

Semoga semua ini dapat menjadi awal yang baik untuk masa depannya kelak, kini orang tuanya sudah tidak meminjam uang lagi untuk bianya kuliahnya karena mia kini mendapatkan beasiswa dan menjadi pemicu untuk semangat dan lebih bersyukur kepada tuhan.

Dia ingin membahagiakan kedua orang tuanya dan mengangkat derajat mereka kea rah yang lebih baik. Dia juga ingin membalas jasa saudaranya dan orang yang telah member semangat untuknya. Dia berkata “suatu saat aku pasti sukses”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: